Aceh, Rilis Publik | Peringatan Haul ke-20 Abu Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Baghdadi berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Zawiyah Tgk Chiek Tanoh Abee, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026).
Dalam suasana yang sarat makna itu, Cutbang Abulis tampil mewakili pimpinan Zawiyah sekaligus keluarga besar Tanoh Abee. Sebagai cucu dari almarhum Abu Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Baghdadi dan keponakan Cut Fid Tanoh Abee, Abulis tidak sekadar hadir secara seremonial, tetapi memikul tanggung jawab moral untuk menjaga warisan keilmuan dan nilai-nilai perjuangan sang ulama.
Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Aceh turut hadir, terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, serta para santri dari sejumlah dayah. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa pengaruh dan keteladanan Abu Muhammad Dahlan masih hidup di tengah masyarakat.
Dalam pandangan Abulis, haul ini bukan hanya mengenang sosok besar di masa lalu, tetapi menjadi ruang refleksi bagi generasi hari ini. Ia menekankan pentingnya melanjutkan semangat dakwah, keikhlasan, dan dedikasi dalam pendidikan Islam sebagaimana yang telah diwariskan oleh pendahulu.
“Atensi terhadap dayah dan pendidikan Islam harus terus diperkuat. Ini amanah yang tidak boleh terputus,” menjadi pesan yang tersirat dari sikap dan peran yang ia emban.
Abulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Baginya, kebersamaan dalam haul ini adalah simbol bahwa sanad keilmuan dan spiritual dari Tanoh Abee tetap terjaga dan dihormati.
Haul ke-20 ini pun menjadi penegasan bahwa warisan Abu Muhammad Dahlan Al Fairusy Al Baghdadi tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan—melalui generasi penerus seperti Abulis yang mengambil peran aktif dalam menjaga dan melanjutkan perjuangan tersebut.









