Pengelola Sumur Tua: Kami Hanya Ingin Mencari Makan, Bukan Mafia

Senin, 23 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis Publik | Muba – Menanggapi berita yang beredar di beberapa media lokal mengenai kegiatan pengelolahan sumur tua di Desa Kali Berau Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang mengantungkan hidupnya melalui sumur minyak tersebut, wartawan kami turun langsung ke lapangan dan melakukan investigasi pada senin (23/06/2025).

Menurut berita yang beredar dibeberapa media yang berafiliasi dengan LSM POSE RI, sumur tua yang terletak di Desa Kali Berau tersebut memproduksi minyak mentah sebanyak 14 mobil per hari, dikelola oleh mafia minyak dan limbahnya mencemari sungai, setiap minggu membuka sumur baru dan mengganggu warga sekitar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola sumur dan investigasi langsung ke lokasi, kami menemukan fakta di lapangan sumur yang dikelola menghasilkan minyak mentah maksimal 10 drum per hari, itupun tidak setiap hari produksi karena masih terdapat lumpur.
Kemudian awak media memeriksa lokasi sumur bor yang telah dipagari dengan seng, tidak ditemukan limbah minyak mengalir keluar pagar. Justru limbah tersebut tertampung didalam bak yg telah disediakan oleh pengelola sumur.
Kemudian awak media mewawancarai salah satu pengelola sumur.

“Sumur yang kami kelola ini sumur tua pak, bukan sumur manual. Produksi maksimal 10 drum per hari, itupun tidak setiap hari pak karena banyak pasir, tidak ada pak 14 mobil per hari seperti yang diberitakan, jawab pengelola yang namanya tidak ingin di sebutkan”.

“Mengenai pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh limbah kami itu tidak benar pak. Limbahnya kami tampung di dalam bak, dan dikelola dengan baik dan hati-hati. Lokasi nya juga kami pagar keliling pak untuk meminimal resiko tersebut. Silahkan di cek, tidak ada limbah kami mencemari sungai seperti yang diberitakan oleh LSM POSE RI kami pastikan tidak ada, lanjutnya.”

“Selain itu pekerja disini juga kami libatkan masyarakat sekitar pak, ada beberapa orang masyarakat sekitar kita berdayakan, serta warga Desa yang mempunyai kendaraan untuk angkut hasil produksi minyak. Kami juga berbagi kepada masyarakat sekitar yang kurang beruntung, Serta tempat ibadah.
Niat kami disini hanya untuk mencari makan, kami ini masyakat biasa, orang kecil, bukan mafia minyak seperti yang diberitakan. Kami pastikan berita-berita tersebut tidak valid, tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sambungnya”.

“Sumur yang kami kelola cuma 1 sumur ini pak, tidak ada membuka sumur baru setiap minggu.
Itu bukanlah hal yang gampang, sangat kelihatan sekali pemberitaan tersebut mengada – ada, imbuhnya”.

Selanjutnya tim berusaha untuk menghubungi Kepala Desa Kali Berau selaku pemerintah setempat untuk mengkonfirmasi kebenaran apa yang diberitakan oleh LSM POSE RI.

“Kemarin mau ngecek lokasi tidak ada akses jalan dan pagarnya digembok jadi tidak bisa masuk. Jadi kami belum tau penyebab limbah itu dari mana, jelas Kades Kali Berau melalui pesan whatapp”.

Sementara itu, menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Bayung Lencir, Iptu Agus Kurniawan, S.Psi

“Kami telah melakukan upaya himbauan dan sosialisasi beberapa kali, terakhir kemarin bersama Kepala Desa mendatangi lokasi agar kegiatan dihentikan dan dilokasi sudah tidak beroperasi lagi, Jelasnya.”

Kini regulasi dalam pengelolahan sumur minyak masyarakat telah diterbitkan melalui peraturan menteri ESDM No. 14 THN 2025 tentang pengelolaan Sumur Tua selanjutnya tinggal menunggu tahap inventarisasi sumur masyarakat.

Bupati Musi Banyuasin menyambut baik Permen tersebut,
dengan demikian masyarakat yang mengantungkan kehidupannya dengan mengelolah minyak tradisional mendapat legalitas dan payung hukum.

“Kami berkomitmen terus perjuangkan kehidupan masyarakat Kabupaten MUBA yang lebih sejahterah dan makmur, tegas Bupati Toha Belum lama ini”.(Tim)

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru

Bandarlampung

Kemah Bhakti Satya Linmas Kota Bandarlampung Resmi Ditutup

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:03